EMERGENCY EXIT, Bagian dari design yang tidak boleh diabaikan

Emergency exit (Pintu Darurat) atau jalur evakuasi penyelamatan manusia dari bahaya sangat penting diperhatikan dalam proses desain.  Desain tidak hanya sebatas pada bangunan saja melainkan juga meliputi kawasan yang luas, seperti kawasan wisata, kawasan permukiman dan lain-lain.

Emergency Exit/ Pintu Darurat

Emergency Exit/ Pintu Darurat

Pada bangunan bertingkat, Emergency Exit biasanya berada pada core bangunan. Jika terjadi kebakaran penghuni bangunan harus bisa mencapai core tersebut dengan mudah. Pengguna bangunan harus mengetahui ke mana harus bergerak cepat agar selamat dari bahaya kebakaran tadi. Demikian juga di kawasan tertentu yang diperuntukkan untuk publik, saat kondisi emergency pengunjung kawasan harus memiliki pengetahuan tentang jalur evakuasi.

Tragedi Mina

Tragedi Mina

Tragedi di Mina yang baru saja terjadi yang telah menewaskan 700 lebih jama’ah haji yang ingin melaksanakan proses melempar jumrah, merupakan contoh betapa berbahayanya keadaan yang ada. Meninggalnya jama’ah tersebut karena terinjak-injak oleh sekian banyak jama’ah lainnya. Mereka berada di sebuah jalur sirkulasi yang padat menuju titik yang sama. Pemicunya, diantara mereka ada yang berhenti sehingga menimbulkan tumbukan dari jama’ah belakangnya yang terus bergerak maju, sehingga terjadilah aksi saling berdesakan. Keadaan diperparah dengan adanya sekelompok jama’ah yang berjalan berbalik arah. Dalam keadaan ini, mereka yang lemah secara fisik akan menjadi korban. Meskipun kecepatan berjalan tidak seperti kendaraan, tetapi karena ribuan orang berjalan bersamaan menghasilkan tumbukan yang luar biasa, seakan tidak bisa dihentikan gerakannya. Banyak masalah yang melatarbelakangi kejadian Mina tersebut. Namun, secara arsitektural ini termasuk problem sirkulasi.
Sirkulasi terbagi dua, yaitu searah dan berlawanan arah. Pada sirkulasi kendaraan, model sirkulasi berlawanan arah lebih rawan terjadi kecelakaan dibandingkan sirkulasi searah. Pada sirkulasi searah, yang menubruk adalah kendaraan yang di belakang. Demikian juga pada jalur pejalan kaki, yang menubruk adalah pejalan kaki yang di belakang. Biasanya pada jalur sirkulasi yang panjang ditempatkan zona istirahat, sehingga arus kendaraan atau pejalan kaki tidak terganggu. Zona istirahat ini dapat difungsikan sekaligus sebagai jalur Emergency Exit. Zona ini dapat dipermisalkan dari sebuah tangga. Sesuai standar, setelah menaiki 11 anak tangga diperlukan area istirahat yang disebut bordes, kemudian lanjut lagi naik hingga anak tangga ke 22.
Jalur Emergency Exit, sesuai standar keselamatan, harus terpisah dengan jalur umum. Emergency Exit ini menyangkut nyawa manusia. Fisik orang yang celaka harus segera mendapatkan pertolongan. Pada rumah sederhana sekalipun, pintu akses keluar mestinya ada dua buah. Tidak cukup hanya satu buah pintu yang ada di depan saja, tetapi bagian belakangpun harus tersedia. Gunanya, saat ada emergency mudah untuk menyelamatkan diri. Di setiap kamar hotel atau apartment, pintu penyelamatan pun tersedia dipinggir-2 bangunan. Bahkan, balkon kamar dapat dijadikan sebagai jalur Emergency Exit.

Bagian dari bangunan yang merupakan area sirkulasi dikenal dengan istilah selasar dan koridor. Selasar mirip teras, sedangkan koridor mirip lorong. Problem sirkulasi sering terjadi di koridor. Koridor yang terlalu sempit cukup berbahaya kalau terjadi kondisi keadaan darurat. Koridor banyak ditemukan pada hotel atau apartment. Bentuk hotel yang memanjang, koridornya pun panjang. Kalau koridor yang panjang tidak disediakan area Emergency Exit akan membahayakan pengguna bangunan jika ada keadaan darurat. Terlebih lagi koridor panjang dan sempit, para pengguna bangunan dalam keadaan darurat harus berdesakan dan berebut untuk selamat. Bisa jadi diantara mereka jatuh, pingsan dan kemudian tewas terinjak-injak di koridor itu. Tewas bukan karena faktor darurat tetapi justru karena terinjak-injak. Ini adalah kondisi yang ironis.
Pada keadaan yang lain, sebagus apa pun bangunan atau kawasan yang dirancang, tetap saja terbuka peluang kejadian darurat. Arsitek yang benar, telah memikirkan Emergency Exit sejak proses design ia lakukan. Nah, kondisi lainnya menyangkut keadaan darurat adalah pengguna bangunan atau kawasan tidak memperdulikan posisi Emergency Exit. Padahal bangunan atau kawasan itu memiliki Emergency Exit yang telah memenuhi standar design. Pengguna jalan tol harus memperhatikan rambu lalu lintas jalan tol. Mereka harus mengetahui di mana letak rest area. Terkadang pengendara diserang kantuk atau ada masalah dari kendaraannya. Jika pengguna jalan tol tidak memperhatikan hal tersebut, bisa jadi akan mengalami masalah di tengah jalan, tiba-tiba berhenti di jalur yang tidak boleh berhenti. Sementara pengendara lain merasa pada jalur yang ia lewati adalah jalur cepat. Tabrakan sangat sulit untuk dihindari.
Jadi, ada dua pelaku yang harus memperhatikan Emergency Exit yaitu arsitek dan pengguna bangunan atau kawasan. Kalau arsitek tidak memperhatikan Emergency Exit ini sangat keterlaluan, bahkan tidak bisa disebut arsitek. Adapun jika pengguna tidak memperhatikan Emergency Exit masih bisa dimaklumi, karena banyak sebab seperti tingkat pendidikan rendah, tidak faham, tidak peduli, kurang sosialisasi atau penjelasan tentang bangunan atau kawasan.

Ada yang tak kalah penting yang perlu diperhatikan yaitu desain dari pintu darurat tersebut, kamilah solusinya CV.Djaya Cipta Pratama . Kami menyediakan layanan untuk kebutuhan perusahaan, pertokoan, perumahan, hotel dan industri dengan berbagai macam varian produk yang kami tawarkan, akan sangat cocok untuk area komersil dan bangunan yang bersifat residensial. Beberapa keuntungan menjadi customer kami adalah produk yang bervariasi, terjamin dan harga kompetitif, dengan ragam warna dan design, anda akan benar-benar mendapatkan hasil terbaik yang memuaskan.

Pintu Darurat

Pintu Darurat

Selain memprouksi pintu darurat, CV. Djaya Cipta Pratama juga memproduksi pintu Garasi untuk perkantoran / rumah/ ruko dll. Silahkan kunjungi workshop kami di Jl. Raya Cimindi No. 200 Bandung atau telepon 022 6650455

Leave a Reply