Seputar Stamping Press

Proses stamping adalah proses pencetakan metal secara dingin dengan menggunakan dies dan mesin press umumnya plate yang dicetak, untuk menghasilkan produk sesuai dengan yang dikehendaki.

Untuk saat sekarang proses stamping ada 3 jenis dies yang umum dipergunakan :
1. Step forming dies
2. Progresive dies
3. Transfere dies.

Step forming : proses pencetakan satu- satu, artinya setiap step proses stamping dilakukan oleh 1 dies, 1 mesin, 1 operator. sehingga pada konsep ini jika diperlukan proses stamping untuk 5 step, akan diperlukan 5 dies, 5 mesin press dan 5 operator.

Step forming bisa disimpulkan
1. Cocok untuk produksi dengan kebutuhan sedikit.
2. Dies harganya murah.
3. Memerlukan banyak operator.
4. Proses berjalan lambat, kapasitas sedikit.
5. Memerlukan banyak dies
6. Memerlukan banyak mesin.
7. Design dan proses pembuatan dies simple.
8. Cocok untuk segala jenis produk besar ataupun kecil.

Progresive proses : Proses pencetakan / stamping dilakukan semua proses dalam satu dies.
Seluruh proses dilakukan dalam satu dies, sehingga sekali cetak produk akhir sudah langsung didapatkan.

Progresive bisa disimpulkan :
1. Cocok untuk produksi masal
2. Harga dies sangat mahal.
3. Bisa dikatakan hampir tidak memerlukan operator, karena satu operator bisa menhandle banyak mesin untuk sistem ini.
4. Proses stamping berjalan cepat, kapasitas sangat besar.
5. Umumnya diperlukan mesin dengan tingkat presisi tinggi.
6. Design dan proses pembuatan dies rumit dan sulit.
7. Biasanya dipergunakan untuk produksi barang barang kecil.
8. Memerlukan mesin dan dies presisi tinggi.

Trasfere dies : adalah proses stamping gabungan antara step forming dan progresive, artinya proses stamping dilakukan secara step by step ( satu satu) dengan mekanisme mesin dilakukan proses transfere dari satu step ke step berikutnya, dan akan didapatkan produk jadi pada satu mesin tsb.

Transfere dies bisa disimpulkan :
1. Umumnya diperlukan ukuran mesin dan tonase yang besar.
2. Cocok untuk produksi
3. Harga mesin dan dies mahal.
4. Proses desin dan pembuatan dies rumit dan sulit.
5. Memerlukan mesin dan dies presisi tinggi.
6. Cocok untuk produksi ukuran benda medium.
7. Tidak memerlukan banyak operator.
8. Investasi sangat mahal.

Step by step proses stamping :
1. Blanking : proses persiapan material, material dipotong sesuai dengan yang dibutuhkan.
2. Drawing : Material yang sudah dipotong dicetak, karena sifat material yang rigid dan mudah pecah, proses drawing jika diperlukan bisa beberapa kali ( drawing 1, drawing 2, drawing 3 dst)
3. Proses piercing : Proses pemberian lubang ataupunĀ  pemotongan sehingga dihasilkan lubang pada produk. Proses inipun bisa dilakukan beberapa kali jika dibutuhkan.
4. Bending : Proses pembengkokan, jika memang produk perlu dibengkokan.
5. Proses Triming : Proses pemotongan waste/kelebihan material yang tidak diperlukan akibat dari
Drawing ataupun bending.
6. Sizing : Proses ini jika diperlukanĀ  saja untuk penyempurnaan produk, agar didapat hasil yang lebih sempurna baik dari dimensi maupun visual.

Produk produk yang biasa dibuat oleh proses stamping :
1. Part part sepeda motor yang umumnya terbuat dari plate besi.
2. Part mobil : misalnya body mobil, pintu mobil dll.
3. Plate casing dari Compo, DVD dll.
4. Part mesin cuci.
5. Plate plate AC
6. dll hampir seluruh alat kebutuhan manusia salah satu partnya di buat oleh stamping.

Dies :
Material Dies yang dipergunakan adalah : umumnya special alloy stell, yang bisa dilakukan proses hardening sampai kekerasan HRC diatas 60, misalnya : DC 53, SKD 11, dll
Ada beberapa bagian dies yang penting : Misalnya cavity, Guide Post, Upper plate, Lower Plate.

Mesin Press :
Mesin press sendiri banyak sekali macamnya, yang paling penting untuk mesin press adalah tingkat kepressian stroke dan kapasitas tonase, kapasitas tonase dari yang terkecil dibawah 1 ton sampai dengan yang terbesar ratusan bahkan ada yang ribuan ton.
Kapasitas yang kecil tentu saja untuk produk yang kecil, semakin besar maka semakin besar pula produk yang bisa dibikin.

Material plate :
Material yang dipergunakan untuk proses stamping ini umumnya adalah material yang mempunyai kekerasan yang rendah , bisa juga dikatakan material golongan low carbon steel, material golongan low carbon steel ini mudah ditekuk, ditekan, dan dibentuk.
Contohnya yang banyak dipergunakan adalah : SS41P.

Facebook Comments

Leave a Reply